Kadang-kadang kita marah sangat. Marah sangat sampai kita tutup semua pintu-pintu, ruang-ruang untuk memaafkan kesalahan orang lain. Biarpun si pesalah (pada pandangan kita) benar-benar mahu meminta maaf. Kita dah tutup semua ruang, semua pintu, tapi dia sanggup panjat tembok kemarahan kita. Kita... marah.. sangat.. Agaknya. Tapi.. Kita lupa. Kita juga pohon maaf pada tuhan. Hari-hari. Kan? [How people treat you is their karma, how you react is yours]
"Bercerita secara lisan membuat aku letih" - Ramlee Awang Murshid